Pages

Subscribe:

hit conter

Pages

Sabtu, 27 Agustus 2011

[VGI Labs] Zyrex Cruiser WT4823D


PC : by : Andy Chan | 25/08/2011
Zyrex telah mengeluarkan notebook pertama dari Indonesia yang memakai teknologi 3D yaitu Cruiser WT4823D. Meskipun telah memakai teknologi 3D, harga notebook yang satu ini tetap terjangkau atau bahkan dapat dikatakan yang termurah untuk saat ini untuk sebuah notebook 3D. 
Inilah ulasan Notebook Cruiser WT4823D dari Zyrex, sebuah notebook yang menyediakan fasilitas untuk menonton film dan bermain game dengan dukungan 3D.

Cukup berat, 2,1 kg.
Notebook ini memiliki spesifikasi sebagai berikut:



Dari segi penampilan cukup menawan
Sebenarnya notebook ini cukup standar, dari keyboard setup, VGA intel HM65 yang memory-nya shared, hard disk 500GB, sampai ke monitor 14". Kelebihan dari notebook ini dibandingkan dengan yang lain adalah kemampuan menampilkan 3D dengan bantuan kacamata pada monitor tersebut.

Kacamata 3D & Kacamata Jepit 3D
Kacamata yang trendy ini adalah alat untuk melihat efek 3D pada notebook Zyrex Cruiser WT4823D. Bagi pengguna kacamata, disediakan pula kacamata jepit 3D oleh Zyrex.

Demikian instruksi untuk menampilkan 3D
Untuk menampilkan efek 3D pada notebook ini, ada angle khusus (120°) serta tidak boleh menggunakan screen guard karena mengganggu tampilan 3D. Jika sudah benar, maka gambar kembang-kembang yang berbayang di atas akan berubah menjadi kembang yang terlihat 3D. Tampilan 3D nya keren, dan kita juga bisa menonton video dan bermain game secara 3D, meskipun game atau video tersebut tidak mendukung 3D. Tapi tentunya tampilan 3D dari video dan game tersebut tidak sedalam sesuatu yang benar-benar mendukung 3D.
Zyrex Cruiser WT4823D adalah notebook pertama dari Indonesia dengan harga terjangkau Rp.5,999,000 (belum termasuk OS) yang memiliki fitur 3D dan sanggup merubah format biasa menjadi 3D. Tertarik?

[Review] Bleach: Soul Resurreccion

PlayStation 3 : by : Dimas Aryo Nugroho | 24/08/2011
Nama Bleach sebagai serial anime dengan basis fans yang cukup banyak kiranya menjadi tambang emas yang menjanjikan kala diangkat menjadi sebuah judul video game. NIS nampaknya mengambil kesempatan ini dengan merilis versi game dari Bleach dengan sub judul: Soul Ressureccion untuk console next-gen. Mari kita lihat bagaimana performa Ichigo dan kawan-kawan dalam game ini.
Garis besar cerita dalam game ini berkutat dengan petualangan Ichigo dalam menyelamatkan salah satu temannya yang diculik oleh Aizen. Ichigo bersama rekannya harus menyerbu markas sang mantan pemimpin Soul Reaper tersebut. Tentu saja pihak musuh tak tinggal diam. Ada beratus-ratus musuh yang siap menghadang laju gamer.
Beratus-ratus? Yap, game ini mengadopsi sistem 1 lawan banyak a la Dynasty Warrior, Legend of Troy, dan game-game hack ‘n slash lainnya. Gamer akan terjun ke dalam satu area dengan musuh-musuh yang terus bermunculan. Total ada 15 misi, dimana tiap misinya akan terkonsentrasi pada paling tidak satu karakter. Nantinya gamer akan menemui karakter baru yang bisa dimainkan, dimana total ada 21 playable characters yang pastinya fans Bleach sudah familiar, seperti Ishida Uryu, Rukia Kuchiki, Kenpaci Zaraki, dan masih banyak lagi.
Sayangnya penyajian story terlihat kurang menarik. NIS memilih untuk menggunakan narasi dan teks berjalan untuk menceritakan apa yang terjadi. Kalaupun ada cutscene, pasti durasinya tak terlalu lama. Dan karena hal itu pula bisa dipastikan bahwa gamer yang awam dengan dunia Bleach akan kesulitan mencerna storyline dalam game ini.
Game ini memperbolehkan gamer untuk memilih menggunakan voice over berbahasa Jepang yang diisi oleh pengisi suara dalam anime aslinya, dengan subtitle bahasa Inggris. Hal ini jauh lebih menyenangkan untuk dinikmati ketimbang mendengar dialog dengan bahasa Inggris yang terdengar kaku.
Secara keseluruhan, gameplay yang dihadirkan cukup sederhana namun fun. Gamer akan berada di sebuah stage linear: jalan ke depan, berada di sarang musuh, babat musuh, kalahkan boss, lalu masuk ke area atau misi selanjutnya. Begitu seterusnya. Di beberapa titik, gamer akan “terkurung” dalam suatu sub-area dan harus menghadapi musuh yang datang secara bergelombang. Jalan akan terbuka ketika gamer bisa mengalahkan semua musuh.
NIS memasukkan beragam pemanis agar gameplay yang repetitif itu tak membosankan. Tiap karakter memiliki standard attack dan special move yang mudah untuk di eksekusi. Combo tiap karakter memiliki gerakan yang berbeda, sehingga feel unik tiap karakter yang berlainan pun terasa. Misal, Ichigo memiliki karakteristik pertarungan jarak dekat dan cepat, sedangkan Uryu lebih mengandalkan serangan jarak jauh dengan Spirit Bow, namun serangan jarak dekatnya sedikit lemah. 
Tiap karakter dibekali dengan Spirit Gauge yang akan terisi secara otomatis asalkan gamer tidak sedang melakukan guard atau evade. Spirit Gauge merupakan “bahan bakar” special attack atau disini disebut dengan spirit pressure attack. Selain Spirit Gauge, ada Ignition Gauge yang akan merubah tampilan karakter dalam batas waktu tertentu dengan kemampuan serangan yang lebih dahsyat dan super move yang kolosal nan mematikan.
Musuh yang berhasil dikalahkan akan menjatuhkan orb merah dan orb berwarna hijau alias Soul Point. Orb merah berguna untuk mengisi Ignition Gauge. Soul Point atau orb hijau nantinya akan diakumulasi tiap stage untuk mengupgrade character ability. Makin banyak combo yang gamer lakukan, maka makin banyak pula Soul Point yang dijatuhkan.
Selain Story mode, game ini menyediakan Mission mode dan Soul Attack. Dalam Mission mode, gamer akan diberikan sebuah misi dengan beragam objective semisal mengalahkan musuh dalam waktu tertentu, atau mengalahkan beberapa karakter bos. Progress gamer dalam Mission mode memungkinkan gamer untuk meng-unlock karakter baru.
Soul attack tak jauh berbeda dengan Mission mode, hanya saja disini gamer dituntut untuk meraih skor tinggi untuk ditandingkan dengan skor gamer lain dengan konsep online leaderboards. Dengan konsep seperti ini, harus diakui mode online yang dihadirkan dalam Soul Attack tidaklah menarik.
Untuk urusan grafik NIS menggunakan teknologi cell shading yang umum digunakan oleh sebuah developer ketika membuat game based on anime. Animasi karakter dan pergerakannya terlihat smooth. Variasi gerakan yang cukup banyak bisa ditampilkan dengan baik. Belum lagi animasi efek-efek keren yang dihadirkan dan lingkungan stage yang interaktif. Overall, grafik yang disajikan adalah salah satu aspek terbaik dalam game ini.
Editor’s Tilt 7,0
Jujur saja saya bukan fans fanatik Bleach. Ketika mengharapkan story yang mendalam, ternyata saya malah dibuat bingung oleh alur game ini yang sebenarnya sederhana. Namun hal tersebut bisa ditutupi dengan cukup solidnya konsep gameplay dengan bumbu grafik yang menawan. Mestinya gamer yang familiar dengan serial ini akan lebih menikmati permainan, karena paling tidak sudah mengenali karakter dan alur cerita yang ada pada animenya. Intinya, kalau gamer fans berat Bleach, maka game ini masuk dalam kategori must have. Sebaliknya, bagi gamer awam cukup nikmati misi-misi yang ada dan lupakan aspek story.
DIMAS ARYO NUGROHO
VGI Kontributor

Senin, 22 Agustus 2011

Review] Shift 2: Unleashed iOS



iPhone : by : Dennis Villanueva | 19/08/2011
Di luar Gameloft, EA merupakan developer/ publisher yang paling konstan menelurkan game-game berkualitas tinggi di sistim iOS. Salah satu franchise EA yang secara konstan mereka port ke iOS adalah Need for Speed (NFS). Dari Need for Speed: Undercover, Need for Speed: Shift, dan Need for Speed: Hot Pursuit, saya selalu puas dengan game balapan mobil liar yang ditawarkan oleh EA ini. Ini dikarenakan ketiga game tersebut, walaupun mengambil tema balapan, semua memiliki fokus gameplay yang berbeda.
Undercover mirip dengan dunia underground yang fokus ke balapan liar bersama para kriminal yang harus kamu susupi, Shift lebih mengarah pada balapan sungguhan di jalan dengan gameplay lebih realistis, terakhir Hot Pursuit menempatkan kamu pada dua sisi dog fight tiada akhir antara aparat dan pelanggar hukum dengan dua mekanisme gameplay yang bertolak belakang. Walhasil kendati namanya semua mengusung Need for Speed kepuasan yang didapat dari memainkan ketiga game ini berbeda-beda.
Hampir dua tahun setelah game Need for Speed: Shift pertama dirilis, Shift 2: Unleashed dirilis untuk versi konsol. Tentunya tidak makan waktu lama bagi game tersebut untuk juga diport ke dalam sistem iOS. Akan tetapi dunia racing iOS dari jaman game pertamanya dirilis hingga kini sudah berubah jauh. Game-game racing macam Asphalt 6, Fast Five Official Game, Need for Speed: Hot Pursuit, sampai game racing terbaik iOS saat ini: Real Racing 2 sudah bermunculan. Apakah Shift 2: Unleashed memiliki cukup bensin di tangkinya untuk menyalip semua pesaingnya itu?
Jawaban singkat yang bisa saya berikan sebelum mengawali review ini adalah: sayangnya tidak.
Shift 2: Unleashed adalah game yang cantik, saya tidak bisa memungkiri itu. Ada lebih dari 40 track dengan lebih dari lima area untuk kamu jajal dalam mode Career yang adalah inti dari mode perorangan. Kalau kamu ingin cepat-cepat bermain pun mode Quick Race dengan arena-arena yang sudah terbuka langsung bisa kamu mainkan.
Saya juga suka dengan tampilan track dalam berbagai sudut pandang di game ini; mulai dari dashboard mobil sampai first person view. Akan tetapi kebanyakan lintasan ini hanya direcycle (digunakan ulang) dari game pertamanya - dengan polesan baru. Inilah yang mengecewakan bagi saya, Shift 2: Unleashed terkadang lebih terasa seperti expansion pack dari game pertamanya dengan mobil dan lintasan baru ketimbang sebuah game yang benar-benar baru. 
Shift 2: Unleashed juga sebuah game yang menawarkan realisme padahal game racing yang dirilis di iOS sebenarnya lebih cocok untuk balapan berkategori fun. Ingat, kontrol default di sini (bisa diubah) hanya membiarkan kamu memakai rem (saat menyentuh layar) dan menyetir dengan memiringkan alatmu (tilt) ke kanan maupun ke kiri. Tentunya sulit mengharapkan realisme menyetir seperti Gran Turismo bukan? Walhasil gameplay yang diharapkan dan gameplay yang tersedia terasa bentrok.
Ini bukan berarti gameplay dalam Shift 2 terasa tidak memuaskan. Ada berbagai mode untuk dijajal oleh para gamer termasuk lintasan yang lebih dikhususkan untuk Drifting, Sprint, sampai lintasan normal yang perlu diselesaikan dalam beberapa lap.
Yang paling mengecewakan bagiku adalah sistem permainan multiplayernya. Di saat Real Racing 2 sudah menawarkan balapan brutal terkoneksi dengan 16 driver sekaligus, Shift 2: Unleashed masih ketinggalan di belakang dan tidak menawarkan sistem bertanding online. Kita hanya bisa berbalap melalui Wi-fi dalam multiplayer lokal saja dan beradu dengan teman melalui Bluetooth. Sungguh disayangkan karena salah satu daya tarik game Racing setelah Career Mode adalah mode Multiplaye.
Untung saja kekurangan ini setidaknya ditebus dengan fasilitas Origin yang sudah dibangga-banggakan oleh EA sebagai social network khusus mereka dalam gaming. Dengan Origin kamu tidak hanya bisa membandingkan pencatatan waktu sesama pemain iOS tetapi juga antar sistem konsol bahkan PC. Sekarang kamu bisa buktikan siapakah raja jalanan yang sesungguhnya!
Origin ini juga menawarkan cara ‘licik’ untuk kamu bisa cepat mendapatkan mobil-mobil dan upgrade menarik. Melalui toko online di dalamnya, EA mengijinkan gamer membeli upgrade tersebut dengan uang asli. Nah kalau kamu memang punya lebih banyak uang, silahkan saja membelinya. Sebaliknya gamer yang ingin mengasah skill dan mendapatkan mobil itu dengan usahanya sendiri tentu tak usah mengindahkan fitur toko online ini.
Editor's Tilt 6,5
Sebenarnya tidak ada yang benar-benar salah dengan Shift 2: Unleashed. Game ini masih mengikuti pakem dari game pertamanya dan menambahkan lintasan dan mobil baru untuk berbalap. Lantas apa yang kurang? Seperti yang saya katakan di awal review tadi: dunia gaming di iOS terus berevolusi dengan cepat dan game ini kurang gesit mengejarnya. EA perlu pelajaran menyetir lebih baik supaya bisa kembali on track dengan rilis franchise Need For Speed yang berikutnya... semoga!
DENNIS VILLANUEVA
VGI Kontributor

Selasa, 16 Agustus 2011

[Review] Catherine



PlayStation 3 / Xbox 360 : by : henzai kamiokande | 5/08/2011
Vincent Brooks tak begitu banyak memiliki ambisi dalam hidupnya, yang membuatnya nyaman dan merasa cukup. Dalam hal karier, pekerjaannya cukup mudah. Sementara untuk relationship, ada seorang Katherine, kekasih nan cantik yang setia kepadanya. Namun, kesetiaan Katherine sepertinya lebih kepada bagaimana ‘membangun’ Vincent untuk menjadi lebih maju dan berkembang. Hal tersebut makin dan makin sering dilakukannya terhadap Vincent belakangan ini.
Perkembangan itu membuat Vincent kuatir, terlebih saat kata ‘pernikahan’ mulai bermunculan di sela-sela percakapan mereka berdua. Pada dasarnya, Vincent adalah seorang yang setia pada kekasihnya. Namun pada suatu malam, saat pengaruh minuman begitu menguasainya, Vincent dihadapkan pada sesuatu. Tepatnya, seseorang. Seorang gadis yang membuat hidup Vincent kacau balau karena tidur bareng dalam keadaan telanjang di ranjang yang sama.

Ditambah lagi dengan mimpi-mimpi buruk yang bak menjebak Vincent di dalamnya. Membuatnya menghadapi sebuah pilihan terpenting dalam hidup. Menikahi Katherine, kekasih yang telah dipacarinya sejak lama, atau berpindah hati ke Catherine, seorang gadis berambut pirang, imut, serta seksi yang tiba-tiba ada di sampingnya saat Vincent terbangun di suatu pagi. Hal yang terburuk dari semuanya itu, Vincent bakal dijemput maut, alias tewas, jika membuat pilihan yang salah.
Tak hanya hal berat yang menimpa Vincent. Saat terjaga dari tidurnya, dia juga bisa kongkow di bar Stray Sheep bareng teman-temannya sambil meminum beragam minuman keras, seperti cocktail, sake, bir, atau whiskey. Terkadang ditimpali dengan kirim-kiriman SMS antara dirinya dengan Katherine dan Catherine. Seluruhnya itu dipersembahkan dalam sekuens bergaya anime sekaligus cell shading CG berkualitas HD demi mengungkap jalan cerita dari Catherine.
Kembali ke soal tewas tadi. Di saat yang sama, ketika Vincent dibingungkan oleh kedua gadis itu, serangkaian kematian aneh telah terjadi di kota mereka. Secara tak normal, orang-orang yang seharusnya sehat ditemukan tewas di ranjangnya dengan ekspresi tak wajar dan mimik yang sepertinya dipenuhi dengan ketakutan. Hal yang bisa menghubungkan serangkaian kematian aneh itu, semua korban adalah pria.
Rumor-rumor tak sedap bermunculan di kota, bahwa jika seorang terjatuh dalam mimpinya dan tidak terbangun sebelum mencapai pertengahan tangga(landing), maka orang itu akan meninggal dunia di kehidupan nyatanya. Mungkin cukup segitu saja untuk spoiler-nya, ya. Bukan hanya jalan cerita saja yang bakal menggugah kita dalam game terbaru rilisan Atlus di PS3 ini. Mari kita berpindah ke sisi game-nya.
Puzzle yang sangat adiktif bakal menantang gamer untuk beraksi, memanjati banyak (benar-benar banyak!) tumpukan balok-balok dengan cepat sembari menghindari kemungkinan untuk terjatuh dari ketinggian, yang bakal membuat Vincent mati seketika. Gameplay tersebut ternyata tak hanya disajikan secara single-player, karena kita juga bisa bermain bareng seorang teman, terserah untuk bekerja sama atau saling bersaing.
Seperti halnya fitur kongkow di bar untuk meminum banyak pilihan minuman keras, Catherine dimafhumi sebagai game dengan rating dewasa. Elemen-elemen seperti kekerasan, darah, seksualitas, ketelanjangan, hingga bahasa kasar merupakan ‘makanan sehari-hari’ yang bakal gamer terima saat memainkannya. Yang tentunya membuat kita mesti menjauhkan game ini dari jangkauan gamer di bawah umur. Pun hal itu terlihat dari boxart-nya yang ‘menantang’.
Terus terang, walau memang adiktif, puzzle-puzzle yang tampil dalam Catherine terbilang susah. Atlus berbaik hati dengan memberikan pilihan Retry jika Vincent tewas karena berbagai kondisi saat memanjati tumpukan balok-balok itu. Oleh karena itu, carilah checkpoint agar kita tak perlu mengulang terlalu jauh dari awal. Pilihan Retry ini akan diperhitungkan dari seberapa banyak item Mystic Pillows yang kita ambil sepanjang stage.
Jika capek (atau tega), gamer bisa memilih Return to title. Setelah memilihnya, kita akan dihadapkan pada adegan kematian Vincent di kehidupan nyatanya. Selain checkpoint di dalam stage, kita juga bisa melakukan save data di sebuah podium yang terletak di pertengahan tangga (landing). Di kehidupan nyata Vincent, save data bisa dilakukan dengan mengakses pilihan tersebut melalui handphone saat Vincent berada di bar Stray Sheep.
Selain berbicara bersama para domba dan melakukan save data ketika berada di pertengahan tangga (landing), kita juga bisa membeli item pada salah seorang (seekor?) domba gemuk yang niat berjualan item di dalam mimpi. Pertengahan tangga (landing) juga menghadirkan sebuah ruangan aneh. Dinamai Confessional, ruangan ini berujud mirip dengan ruang pengakuan dosa di gereja-gereja. Di sinilah, keputusan kita akan diuji dan bakal menentukan ketetapan hati dari Vincent.
Keputusan berupa jawaban atas pertanyaan yang diberikan pada Confessional tersebut akan membuat panah pada sebuah meter aneh bakal berpindah lebih ke arah warna merah atau biru, yang tampaknya merupakan kondisi batin sang karakter utama. Jika terkoneksi ke PSN, kita bisa melihat diagram yang menunjukkan prosentase atas jawaban yang diberikan oleh gamer lain untuk pertama kalinya saat menjawab pertanyaan di Confessional itu.
Sementara jika tidak, atau offline, maka kita akan diperlihatkan diagram yang menunjukkan prosentase atas jawab yang diambil dari sebuah survey. Survey tersebut dilakukan secara random oleh Atlus terhadap beberapa orang, baik pria mau pun wanita. Menarik juga untuk melihat adanya beberapa kesamaan jawaban, maupun perbedaan yang sedikit atau banyak, atas pertanyaan-pertanyaan itu. Rata-rata pertanyaan di Confessional akan berkaitan dengan relationship.
Btw, relationship dalam game ini tak hanya seputar asmara. Kongkow bareng teman di bar Stray Sheep termasuk dalam kategori yang sama. Vincent bisa berbicara dengan teman-temannya, pemilik bar, waitress, juga ke para pengunjung bar lainnya. Beberapa percakapan akan mempengaruhi meter aneh tadi. Kirim-kiriman SMS juga menjadi fitur unik tersendiri yang bisa kita akses saat Vincent berada di bar Stray Sheep.
Untuk penikmat puzzle, terdapat sebuah mesin arcade bergaya retro di pojok bar yang bisa dimainkan. Menampilkan game berjudul Rapunzel, kurang lebih puzzle-nya akan mirip dengan tumpukan balok-balok di mimpi Vincent, namun dengan batasan aksi yang bisa dilakukan. Selain itu, ada beberapa fitur yang tak terlalu menonjol tapi menarik dimunculkan pada bar Stray Sheep.
Seperti jukebox, yang akan menampilkan lebih banyak lagu tergantung pencapaian kita di dalam game. Juga trivia tentang minuman keras yang habis ditenggak oleh Vincent. Sedikit bernada mesum, beberapa SMS yang datang dari Catherine akan disisipi foto-foto ‘nakal’ dari gadis itu, yang membuat Vincent mesti buru-buru ke restroom demi melihatnya tanpa rasa malu.
Editor’s Tilt - 8,5
Catherine bukanlah ditujukan bagi seluruh kalangan. Secara penampakan luarnya, game tersebut menampilkan pandangan yang berbeda dipandang dari sisi bisnis gaming pada umumnya. Bagi gamer yang berniat untuk menjajalnya, Catherine secara mengagetkan mampu mengusung temanya dengan tampil secara dewasa sekaligus refreshing. Sangat menyenangkan untuk mengetahui dan akhirnya memainkan game, yang cukup jarang jika dibanding game-game lainnya, seperti ini.
Disutradarai oleh Katsuro Hashino, karakter-karakternya didesain oleh Shigenori Soejima, dan seksi suara ditangani oleh Shoji Meguro. Gamer yang pernah memainkan Persona 3 dan Persona 4 tentunya telah mengecap hasil kerja dari ketiganya. Ditambah lagi dengan dukungan dari studio animasi 4⁰C, yang banyak menangani anime-anime besar, seperti Memories-nya Katsuhiro Otomo, Mind Game, dan Tekkon Kinkreet Black & White.
Gabungan animasi dan grafis yang berkualitas tinggi, seksi suara dan desain yang stylish, dan fokus yang baik menjadikan Catherine sebagai sebuah game tersendiri yang patut dicoba oleh gamer. Ditambah dengan gameplay, replay value yang tinggi, serta tema yang dewasa, kiprah pertama Persona Team milik Atlus di PS3 dan Xbox 360 ini bisa dijadikan contoh soal jika nantinya mereka berniat merilis kelanjutan atau inkarnasi baru dari franchise Persona di kedua platform tersebut.
Namun Catherine tentu saja berbeda dengan Persona. Puzzle-nya adiktif sekaligus menyusahkan. Sayangnya kadang sisi kontrol agak menyulitkan. Kita bakal lebih banyak mendapati layar ‘Love is Over’ karena kesalahan menggerakkan Vincent ke arah yang seharusnya tak perlu. Terlepas dari gameplay-nya, jalan cerita game ini yang mungkin bakal lebih membuat gamer, utamanya penikmat anime, setia mengikutinya sampai akhir. Terlebih dengan beberapa ending yang bisa ditemui.
Strategi marketing atas game ini mengarahkan opini bahwa Catherine bak sebuah game yang semi porno. Don’t judge the book by its cover. Game ini bakal menawarkan lebih dari itu. Walau dijuduli dengan nama seorang gadis, Catherine bakal memfokuskan diri pada problema yang sering menimpa pria dewasa muda. Membimbing Vincent sepanjang game nantinya terasa bak sebuah perjalanan seorang bocah tanpa pegangan menjadi seorang pria yang termotivasi.
Sementara untuk membicarakan fitur game, kirim-kiriman SMS mungkin bakal menjadi salah satunya yang menarik, terlebih bagi gamer penyuka genre love simulation. SMS tertentu akan membuat meter yang aneh itu berpindah menuju ke arah merah atau biru. Kita bakal mengetahui apakah yang dimaksud oleh meter itu setelah mencapai ending. Jadi, sabar saja. Pun ditambah banyak quote yang menarik tentang relationship sepanjang game ini, menambah daya pikat Catherine makin meninggi. (HKD)

Senin, 15 Agustus 2011

Berita Game Online Domestik Juli 2011



Online / PC : by : LeeYunRain | 11/08/2011
Hai gamers! Kita ketemu lagi di BGD, yang kali ini ada sedikit perubahan dibanding sebelumnya. Untuk mempermudah gamers dalam mencari informasi game yang sedang happening, kini VGI mulai membagi BGD menjadi dua bagian tiap bulannya. Harapannya, dengan begini maka gamers VGI pun dapat lebih mudah dalam mengakses berita sesuai menurut segmennya masing-masing. Enjoy, gamers Indonesia!!
Here goes for July...
Berita online dari bulan Juli kali ini diawali oleh OrangeGame yang mulai menarik antisipasi gamers terhadap judul game mereka yang selanjutnya. Seperti yang beberapa waktu ini sering kalian lihat beritanya di VGI, 81 Keys Online dan MahaDewa Online memang tengah gencar disuarakan oleh publisher ini. Perusahaan yang juga publisher dari T-Bot Online ini sudah mulai banyak memperkenalkan seperti apa gambaran untuk game-nya yang mendatang. Dari kabarnya, 81 Keys tengah dipersiapkan muncul Agustus, dengan MahaDewa yang telah melangsungkan VIP Test-nya dari tanggal 13 sampai 18 Juli lalu. Semoga saja persiapan untuk keduanya telah berjalan baik dan dapat segera dinikmati oleh gamers Indonesia.


Dua game terbaru dari OrangeGame
Setelah beberapa lama dipersiapkan, PT. Lyto Datarindo Fortuna akhirnya telah mantap mengantarkan Jade Dynasty ke masa Open Beta-nya. MMORPG yang punya tema “Kungfu Love Story” ini telah memasuki Open Beta pada 11 Juli lalu, dengan menggelar pula rangkaian event berhadiah menarik. Adalah Welcome Warrior, The Strongest Warrior, dan Founder of the Clan sebagai tiga event yang diperlombakan untuk menyambut datangnya gamers Indonesia di jagad persilatan. Tidak banyak berbeda dari event-event Open Beta game online umumnya, game inipun kembali mengajak gamers-nya untuk giat dalam leveling dan mendirikan klan (guild). Demi menguasai hadiah-hadiah menarik yang ditawarkan, para Pendekar pun bertarung menjadi yang terkuat di dunia persilatan...
Event yang seru pun bukan cuma milik game yang baru rilis. Para Petualang Madrigal dari game Flyff juga masih kebagian event-event in-game yang tentu akan sayang dilewatkan oleh para pemainnya. Mulai dari Daily Login Event, Weekly & Monthly Hunting Event, Rainbow Race, dan lain sebagainya. Semuanya berhadiah item-item in-game yang khusus diperuntukkan bagi para Petualang Madrigal yang berhasil menyelesaikan tugasnya.
Setelah sekitar dua bulan diperkenalkan ke hadapan gamers Indonesia dalam masa Closed Beta, gamers FIFA Online 2 Indonesia akhirnya sudah tidak perlu merasa kuatir tim yang dimainkan bakal di-reset lagi. Terhitung dari 6 Juli 2011, FIFA Online 2 Indonesia telah sah memasuki Open Beta, yang dimana tidak akan ada reset lagi, namun juga dibarengi oleh event dengan hadiah-hadiah menarik. Ada mulai dari digi-cam, iPod, TV, Blackberry, sampai notebook sebagai hadiah yang diperebutkan oleh para Coach selama enam minggu berlangsungnya event ini. Game-nya keren punya, event berhadiahnya pun menggiurkan.
Awal Juli rupanya juga telah menandakan ditutupnya rangkaian sesi FreeStyle Regional Championship 2011 (FSRC 2011). Setelah menggelar sesi pertama hingga ketiga di berbagai kota besar seperti Medan, Bandung, Samarinda, Lampung, Makassar, Bangka, Bali, Batam hingga Surabaya, sesi terakhir yang berlangsung pada 1-2 Juli ini telah menuntaskan rangkaian kunjungan Tim Kreon di tiga kota besar Indonesia: Manado, Yogyakarta dan Semarang. Dengan ini, total hadiah senilai puluhan juta rupiah pun sukses dibagi-bagikan di berbagai kota besar seantero Indonesia untuk kali ini. Selamat bagi para FreeStyler yang keluar sebagai juara ya...

FreeStylers Manado mejeng depan Warnet Sparks

Bukti eksistensi Indonesia sebagai jagoan PB
Tidak selesai sampai di FSRC, Kreon pun langsung mempersiapkan kompetisi bergengsi selanjutnya, yang kali ini ditujukan bagi para pemain Point Blank. Point Blank Super Cup adalah kompetisi yang digelar demi menyeleksi tim terbaik dari 8 kota besar untuk mewakili Indonesia dalam PB Tri Nations 2011 di Bangkok. Dalam ajang tersebut, Thailand, Rusia dan Indonesia akan unjuk gigi untuk membuktikan negara mana yang paling unggul dalam Point Blank. Oleh karena itu, seleksi yang dilakukan melalui PBSC pun memang bukan main-main. Tim manapun yang berangkat ke Thailand, bersiaplah untuk membawa nama Indonesia. Good luck, soldiers!!
Padatnya acara di tengah bulan Juli pun salah satunya diisi oleh Lyto dengan Lyto Game Festival 2011. Sama dengan gelaran di tahun-tahun sebelumnya, LGF kali ini kembali ditujukan bagi para pemain setia Lyto. Mulai dari kompetisi tingkat nasional yang dikhususkan untuk game-game keluaran Lyto, booth-booth yang menampilkan berbagai macam permainan, mini-games, hingga rangkaian acara yang kiranya telah mencuri perhatian para Lytogamer se-Indonesia. Untuk membuat suasana semakin meriah, artis-artis yang tengah naik daun seperti CherryBelle dan SOB pun turut mengisi acara, dengan Tike dan Aming sebagai MC acara kali ini. Tidak ketinggalan, sesi acara seperti Final CrossFire Supergirls dan Cosplay Competition turut jadi pusat perhatian.

CherryBelle yang tampil sebagai salah satu "pemanis" di acara ini
Selain diisi dengan rangkaian acara, pada kesempatan ini Lyto juga menyempatkan untuk meluncurkan secara resmi layanan pembayaran terbarunya. Melalui kerjasama dengan Livegamer, gamers Facebook yang tadinya hanya dapat menggunakan credit card sebagai sarana pembayaran Facebook Credits, sekarang menggunakan vocer Game-On sebagai solusi alternatifnya.
Di bulan yang sama, Kung Fu Saga, game web-based terbaru dari WaveGame, pun rampung menggelar Closed Beta-nya dan bergerak cepat memulai Open Beta. Bagi kalian yang tertarik untuk mencoba, kalian bisa masuk ke sini. Selain Kung Fu Saga, Heroes of Three Kingdoms (HoTK) merupakan judul kedua dari WaveGame yang juga membuat debut Open Beta-nya di Juli. Untuk merayakan kedatangan kedua game tersebut, event-event berhadiah pun digelar sang publisher. Cek http://hotk.wavegame.net untuk yang lebih jelas dari Heroes of Three Kingdoms.

Kesan pelem silat abissss...
Prospek game web-based saat inipun tampak semakin cemerlang dengan Mobius Indonesia yang juga baru saja mengantarkan satu lagi judulnya memasuki Open Beta, Winning Goal Online. Game browser yang mengajak gamers bermain sebagai manajer tim sepakbola inipun sudah memulai Open Beta-nya terhitung dari pertengahan bulan. Yup, game ini tak perlu dipertanyakan lagi juga menggelar event dengan total hadiah yang mencapai jutaan rupiah. Hadiah-hadiah seperti jersey asli, vocer PlayPoint, iPod Touch serta tablet, siap dibagi-bagikan Mobius untuk pemenang dari tiga event-nya: King of the Match, Super Scorer, dan Legendary Coach. Menangkan pertandingan sebanyak-banyaknya, cetak gol sesering-seringnya, dan tingkatkan level setinggi mungkin dalam periode yang ditentukan. Dengan begitu, peluang menang kalian pun semakin besar.
Di paruh tahun 2011 ini, gamers Indonesia lagi-lagi kedatangan laptop gaming baru yang cukup mutakhir dari Toshiba kali ini. Toshiba Qosmio X770 3D dan Toshiba Qosmio F750 3D, dua tipe laptop yang memang dirancang khusus untuk keperluan gaming dengan teknologi 3D. Dalam rangka meresmikan peluncurannya di tanah air, Toshiba telah menggandeng IAH Games untuk melangsungkan kompetisi dari tiga game kepunyaan publisher FIFA Online 2 ini. Selain FIFA Online 2 Indonesia yang sedang banyak dimainkan gamers Indonesia, Dragonica dan StarCraft 2 pun tidak ketinggalan untuk dipertandingkan di acara ini.

FIFA Online 2 di Qosmio X770 3D
Satu layanan vocer baru game online juga telah hadir dalam bentuk vocer UniPin. Dengan kegunaan yang pada intinya tidak beda dibanding layanan vocer-vocer sejenis, saat ini UniPin sudah dapat diperoleh melalui outlet Indomaret yang menjualnya secara eksklusif. Yang menariknya, dengan membeli UniPin sebagai metode pembayaran vocer game online, hal itupun mengartikan bahwa kalian juga telah memberi kontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Rp 50,- bakal kalian sumbangkan secara otomatis untuk tiap pengisian yang dilakukan. Gagasan yang baik, kan?
Selain masih terus menghadirkan event untuk Flyff-nya, Kingslaim Soft rupanya juga menjadi salah satu publisher yang memperkenalkan game terbarunya di bulan Juli. Game berjudul Lunia Z ini diperkenalkan melalui Alpha Test-nya yang telah dilangsungkan pada momen Digitalife E-Sport Championship 2011 yang sempat digelar beberapa waktu lalu.
Oldies but goodies... Kejayaan CS sebagai game yang booming luar biasa di kalangan gamers Indonesia mungkin memang sudah lalu. Akan tetapi, apa yang membuat game ini begitu seru saya mainkan di masa SMA yang sudah lewat sekian tahun lamanya rasanya masihlah sama. Itulah feel yang saya dapatkan ketika menghadiri peluncuran Counter Strike Online yang belum lama ini dilangsungkan Megaxus di By the Beach, eX. Dust, Aztec, Italy, Assault dan sebagainya masih menjadi medan perang dari kubu CT dan Terrorists. Hanya saja, dukungan online kali ini tampil sebagai basis yang menjadi kekuatan utamanya. Sekarang, gamers nggak perlu lagi janjian main di warnet yang sama supaya bisa main bareng karena CS yang ini sudah online, online... Online, online... Di samping sejumlah fitur klasik yang kembali hadir, CS Online pun semakin diperlengkap lagi dengan fitur-fitur yang membuatnya cukup kompeten dengan game-game online saat ini, seperti Mission, Grade (pangkat/level), dan juga Item Mall.

Yang kece kayak gini pun main...
Pilihan game untuk casual gamers pun bertambah luas dengan resmi diluncurkannya Mojogamon sebagai produk dari Metranet, OrangeGame, dan E2On. Berbeda dari game-game online dan web-based yang ada saat ini, Mojogamon merupakan sebuah Social Network Game dimana gamers dapat memainkan bermacam-macam game santai dengan fitur social networking layaknya Facebook. Lewat terobosan semacam ini, harapannya tentu kalangan gamers dapat meluas mengingat game-game yang kini semakin mudah diakses. Saat inipun vocer Mojogamon sudah dapat gamers-nya peroleh melalui pembelian dengan menggunakan UnoPay (www.unopay.co.id).

Pencetus Social Network Games Indonesia, Mojogamon
Selain beberapa game di atas yang sudah memasuki masa Closed Beta dan Open Beta-nya, satu judul baru yang terakhir di bulan ini datang dari BSF (Bright Stars Fortunes), sebuah perusahaan publisher yang baru saja memulai debut di ranah game online tanah air lewat Heroes Island Online. Game asal Negeri Tirai Bambu ini merupakan sebuah MMORPG yang menggabungkan unsur leisure dan battle, dengan fitur yang mampu mengkombinasikan kemampuan dari berbagai jenis hero ke dalam satu karakter. Heroes Island telah merampungkan Closed Beta-nya pada bulan Juli, dan telah bergegas dengan Pre-OBT di awal bulan ini (Agustus).

Pre-OBT Heroes Island hadirkan sejumlah fitur baru
Sebagai yang terakhir dari bulan Juli kita kembali ke OrangeGame. Publisher dari 81 Keys Online yang akan datang ini untuk pertama kalinya telah menggelar sebuah ajang kumpul-kumpul alias gathering yang ditujukan khusus untuk para Guild Master di White Box Cafe, Menteng. Dalam acara makan malam ini para gamer telah bertemu untuk berkenalan satu sama lain sekaligus mengenal OrangeGame selaku publisher dari game kesayangannya lebih lanjut. Tidak hanya itu, sang publisher pun membuka kesempatan lebih jauh dengan membuka masukan dari para pemain dan membocorkan sedikit tentang game yang akan mereka bawa selanjutnya, Dekaron Online. Seperti apa sih game terbarunya? Tunggu tanggal mainnya ya!
Dengan laporan dari Guild Master Gathering-nya OrangeGame, maka berakhirlah pula Berita Game Online Domestik edisi Juli 2011 ini. Sungguh satu bulan yang benar-benar padat dengan acara dan mengudaranya judul-judul game baru yang makin banyak bermunculan. Semoga dengan persaingan pasar yang semakin ketat, para publisher lokal bakal lebih terpacu untuk semakin kompeten dalam merilis judul-judul unggulan, dengan tidak melupakan maintenance jangka panjang, pastinya...

Henryco Lim

Rabu, 10 Agustus 2011

[Review] Air Conflicts: Secret Wars



PC / Xbox 360 / PlayStation 3 : by : Dimas Aryo Nugroho | 9/08/2011
Game dengan tema pertempuran era perang dunia sudah banyak bertebaran sejak era konsol 8-bit. Kebanyakan memang bergenre third person shooting dan FPS, namun ada beberapa developer yang mencoba menggambarkan megahnya perang jaman dulu dengan mengubah perspektif, dari seorang prajurit garda depan berani mati, dialihkan ke mata seorang pilot pesawat tempur klasik. Dan tema inilah yang diambil oleh Kalypso Media dalam game terbarunya, Air Conflict: Secret Wars.
Event pada game diklaim mengambil inspirasi based on true story, seperti pertempuran di Neretva Bridge, Operation Belt di Polandia, pasukan gerilya Yugoslavia, pertempuran Tobruk, dan masih banyak lagi. Meski begitu, tetap saja main story Secret Wars hanyalah fiksi belaka. So let’s begin!
Gamer akan berperan sebagai karakter fiksi Dorothy Derbec atau biasa dipanggil DeeDee, dalam upaya menemukan ayahnya yang seorang pilot handal pada masa perang dunia. Awalnya DeeDee hanyalah seorang wanita yang hobi minum, apatis, dan urakan. Cerita akan makin menarik, kala kepribadian DeeDee berubah menjadi sosok yang lebih kelam seiring perkembangan progress gamer nantinya. Ditemani oleh mantan rekan-rekan seperjuangan ayahnya, DeeDee akan mengarungi tujuh set campaign, yang terbagi dalam kurang lebih 50 misi.
Melihat banyaknya jumlah misi yang ada, tentu yang dikhawatirkan adalah mission objective yang monoton atau repetitif. Sebaliknya, Secret Wars punya variasi gameplay yang beragam. Tidak hanya berkutat dengan aksi dogfight saja, namun gamer juga akan terjun dalam misi stealth, membombardir musuh di darat, menemukan suatu area atau objek misterius, dan misi-misi yang lainnya yang bahkan bisa berubah di pertengahan misi. Gamers tak selalu berada di udara, karena di beberapa misi, gamer harus melakukan take off terlebih dahulu atau landing saat misi berakhir.
Unsur RPG juga tak lupa dimasukkan dalam game ini dengan bentuk Skill Point. Walaupun tidak dijelaskan cara mendapatkannya, Skill Point bisa didapatkan untuk meng-upgrade handling, critical hits, endurance dan efektifitas partner.
Sebagai reward untuk progress gamers, akan ada tambahan koleksi pesawat yang bisa digunakan. Total ada lebih dari 20 jenis pesawat yang disediakan, dari jenis Bomber hingga Fighter dimana masing-masing pesawat punya karakteristik yang berbeda tergantung speed, agility, endurance, dan firepower-nya. Untuk tipe Bomber, jelas lebih lambat namun punya kapasitas roket yang lebih banyak ketimbang Fighter yang lebih mengandalkan kegesitannya. Sayangnya secara keseluruhan, perbedaan stat tiap pesawat tak terlalu terasa.
Saat terjun ke misi, gamer akan merasakan bahwa tiap pesawat ini memiliki teknologi yang terlalu canggih untuk ukuran pesawat klasik. Interface radar yang setara dengan jaman modern akan sangat membantu gamer dalam melacak pergerakan musuh. Bahkan ada konsep bullet-time ala The Matrix, dengan fitur "Adrenaline" untuk membuat tembakan lebih akurat.
Nampaknya Secret Wars berada di area abu-abu dalam hal skema kontrol. Di game ini menyediakan beberapa konfigurasi yang mengakomodir hardcore flight sim dengan arcade gamers. Yang pertama adalah Simulation Mode, dimana kontrol yang diberikan lebih bebas dan memberi kesempatan gamers untuk melakukan banyak variasi manuver. Sedangkan yang kedua ada Arcade Mode dengan skema yang lebih sederhana namun gerakannya terbatas.
Khusus untuk versi PS3, gamers nampaknya dimanjakan dengan opsi Move controller. Dengan memposisikan Move secara vertikal, gamers akan beraksi layaknya sedang memegang kendali pesawat yang sebenarnya, apalagi jika setting view diubah menjadi cockpit view. Belum lagi ditambah dukungan game ini terhadap 3D TV yang membuat gamer serasa bermain di arcade game center pribadi.
Sayangnya Secret Wars memiliki beberapa masalah teknis yang membuat game ini jauh dari kata sempurna. Yang pertama adalah masalah grafis. Memang grafis yang dihadirkan cukup baik. Tidak adanya collision detection atau efek kerusakan saat pesawat kita terkena tembakan (kecuali saat pesawat hancur dan game over) bisa mengecewakan flight sim hardcore. Saat terkena tembakan pun tak berpengaruh terhadap handling maupun pergerakan pesawat.
Belum lagi story telling yang bisa dibilang gagal. Dibanding memilih karakter yang bergerak, berbicara, dan beraksi layaknya cutscene pada game next-gen umumnya, Secret Wars justru memilih menggunakan satu gambar kartun diam yang disorot dari perspektif berbeda sepanjang cutscene tersebut.
Voice acting memperparah kondisi story telling ini. Terdengar kosong, dan tak berjiwa. Mungkin masalah ini disebabkan karena hanya ada 4 orang voice actor sebagai pengisi 12 karakter dalam game. Jadi tak heran nantinya gamers akan menemui tone suara yang sama walau berbeda aksen.
Selain masalah cutscene dan voice acting yang buruk, nampaknya tak ada masalah dari segi grafik dan sound. Ada satu misi dengan pemandangan sunrise yang memukau, akan membuat perhatian kita teralihkan. Model pesawat dibuat seotentik mungkin dengan detail yang cukup baik. Backsound juga digarap apik dengan musik khas militer, yang at least tak mengganggu konsentrasi kita saat bermain.
Sebagai tambahan, Secret Wars menyediakan mode multiplayer yang support hingga 8 pemain. Gamers bisa memilih satu dari 4 mode, seperti Deathmatch, Team Deatmatch, Capture the Flag, dan Destroy and Protect. Beberapa diantaranya berkonsep team-based yang mengharuskan gamer memiliki teamwork yang baik demi mengalahkan tim lawan.
Editor’s Tilt 7
Total waktu main single campaign adalah 7-8 jam. Dengan variasi gameplay yang dihadirkan, nampaknya game ini cukup layak dimainkan. Ditambah variasi kontrol yang beragam, khususnya versi Move untuk PS3 ditambah 3D support-nya. Untuk game berbudget rendah, nampaknya wajar jika aspek grafik dan sound tak terlalu superior, bahkan voice acting bisa dibilang gagal. Misi-misi awal juga gagal membangun minat untuk memainkan game ini lebih lama. Well, secara keseluruhan Air Conflict: Secret Wars mungkin tak bisa memuaskan para flight sim hardcore, karena dilihat dari aspek manapun game ini lebih condong ke arcade flight shooting.
DIMAS ARYO NUGROHO
VGI Kontributor